Minggu, 12 Januari 2014

Efek Radiasi HP Bagi Kesehatan


Di zaman yang canggih dan penuh dengan teknologi ini, hampir setiap orang memiliki telepon seluler alias ponsel atau HP, dan hingga kini penggunaan HP terus meningkat pesat. Pada masyarakat modern, HP sudah menjadi sebuah kebutuhan primer, ibarat makanan dan minuman. Namun tak banyak yang mengerti, ternyata penggunaan HP itu sendiri menimbulkan radiasi yang cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh dan lingkungan.

Dr. Eka Putra Setiawan, Sp.T.H.T dari bagian Divisi Otologi RS Sanglah mengatakan telepon gengam diciptakan untuk memudahkan manusia berkomunikasi. Namun, kata lelaki kelahiran 15 Juni 1961 ini, banyak efek samping dari penggunaan handphone yang salah. Hal ini berkaitan dengan volume suara dan jarak dengar.


"Semakin HP ditempelkan ke telinga, maka semakin melekat mengenai liang telinga. Efeknya semakin besar yang menyebabkan terjadi peningkatan bunyi atau resonansi, " ujar spesialis T.H.T. tamatan UGM Yogyakarta ini. Semakin lama menggunakan HP, kata Dokter Eka, maka semakin lama bunyi bising yang menyebabkan kelelahan otot. "Menggunakan HP hendaknya bergantian pada telinga kanan dan kiri. Sama halnya dengan olahraga berjalan atau lari. Semakin jauh akan terasa capek dan otot pegal. Ada masanya untuk istirahat bagi otot pendengaran," ujarnya.


Selain itu, lanjut Dokter Eka, perlu diwaspadai efek samping gelombang elektromagnetik yang dipancarkan HP. Radiasi telepon gengam berakibat buruk terhadap tubuh manusia. Ia menyebutkan radiasi HP memancarkan 215 kali perdetik masuk ke sel-sel otak mengenai DNA dalam sel. Tiap HP memancarkan 900 Mhz-1800 Mhz. Untungnya, kata Dokter Eka ini, manusia memiliki sawar darah otak yang melindungi paparan radiasi ini. Jika memungkinkan sebaiknya gunakan peralatan hands-free untuk mendengarkan suara lewat HP. Anak-anak usia dibawah 8 tahun sangat rentan terhadap pancaran radiasi ini, sehingga sangat disarankan belum waktunya menggunakan HP.


Ia menyarankan malam hari sebaiknya HP dimatikan. Jika tetap menyala, sebaiknya diletakkan di luar kamar tidur, agar gelombang elektromagnetik tidak menyerang organ otak manusia. Lapisi HP dengan aluminium agar memroteksi gelombang elektromagnetik. "Efek samping yang ditimbulkan gelombang elektromagnetik ini, sulit tidur, pusing, telinga mendenging, dan daya tahan tubuh menurun," jelasnya.


Untuk mencegah radiasi gelombang elektromagnetik kata Dokter Eka, jangan gunakan HP terlalu dekat dengan liang telinga, berikan jarak secukupnya. Untuk batas jarak masih dalam penelitian dokter Eka. Jangan gunakan HP terlalu lama disamping panas yang disebabkan baterai HP, gelombang elektromagnetik juga memberi efek kurang baik. Makan makanan yang mengandung vitamin untuk saraf seperti B1, B6, B 12 yang banyak terkandung pada kacang-kacangan, tahu, tempe, kacang panjang, taoge.


Untuk mengurangi paparan gelombang elektromagnetik, dapat dipilih HP jenis CDMA dengan frekuensi 125 Mhz, karena radiasinya lebih kecil.


Ia menilai kebiasaan mendengarkan musik menggunakan earphone/ walkman sudah menjadi trend anak muda. Bahkan tak jarang earphone juga digunakan untuk menerima telepon. "Earphone menempel langsung di liang telinga. Artinya terjadi kelipatgandaan resonansi. Sebagai contoh HP memiliki kebisingan 80 dB (desibel). Jika mengunakan earphone kebisingannya menjadi bertambah 1, 6 kali. Efeknya tentu lebih berat," kata Dokter Eka.


Gejala awal akan muncul keluhan mendenging. Menurut Dokter Eka, saraf di telinga tengah mengeluh memberi respon bahwa adanya gangguan. Jika cepat direspon dengan mengistirahatkan pendengaran, mungkin saja segera dapat pulih kembali. Namun, jika tidak ditangani dengan cepat, maka muncul gangguan pendengaran menetap atau tuli.


Menurutnya ada perbedaan arti mendenging dengan mendengung. Mendenging artinya kebisingan yang mengenai telinga bagian dalam. Jika tidak segera ditangani akibatnya tuli. Sementara mendengung hanya mengenai telinga luar yakni tertutupnya saluran tuba eustakhius karena perubahan tekanan.


Salah satu kasus dampak negatif earphone dituturkan Dokter Eka. Seorang perempuan melakukan perjalanan dari Bangkok ke Jakarta. Dalam pesawat ia mengunakan earphone dari Bangkok hingga tiba di Jakarta selama 3 jam perjalanan. Setibanya di bandara Sukarno Hatta, ia melepas earphone-nya, namun ia tidak dapat mendengar suara. Malah hanya terdengar suara mendenging. Akhirnya dengan terpaksa ia harus menjalani rawat inap selama tiga hari di RS THT Jakarta.


Akhirnya kondisi pendengarannya mulai membaik, namun sayang fungsi pendengarannya tidaklah sebagus sebelumnya. "Ada ketentuan jika tingkat kebisingan lebih dari 100 dB, tidak boleh terpapar lebih dari 2 jam. Lebih dari itu, genderang telinga rusak. Inilah yang dialami gadis itu," jelasnya.


Kebisingan suara mempunyai satuan dB. Batas kebisingan normal adalah 85 dB. Lebih dari itu sudah tergolong bising yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Beberapa contoh penelitian dikutip Dokter Eka seperti kebisingan Jalan Diponegoro Denpasar 80 dB, musik rock 100 dB, suara pesawat dan helikopter 120 dB.


"Suara yang masuk ke telinga ditahan otot-otot kecil di telinga tengah yang memegang genderang telinga, agar tidak bergetar terlalu keras. Kalau ini lolos, dan otot lelah ia akan masuk ke telinga dalam yang mengakibatkan rusaknya sel rambut di dalam telinga dalam yang merupakan organ pendengaran," jelasnya.


Untuk meredam kebisingan, hal yang penting dilakukan adalah mengistirahatkan pendengaran. Dokter Eka sudah melakukan penelitian tentang jam kerja yang baik yakni 6 jam perhari selama 5 hari mulai hari Senin hingga Jumat, dan libur dua hari yakni Sabtu dan Minggu.


Ia menyarankan sepulang bekerja pada malam hari sebaiknya istirahatkan pendengaran. "Jangan lagi menonton TV atau mendengarkan musik. Gunakan hari Sabtu dan Minggu untuk mengistirahatkan pendengaran sehingga hari Senin siap beraktivitas lagi," sarannya.


Pengobatan gangguan pendengaran kata Dokter Eka, disebut periode emas yakni batas waktu tuli dengan pengobatan. Artinya, makin cepat diobati makin baik sehingga tingkat kesembuhannya semakin besar.


Pengobatannya juga tidak mudah karena harus menjalani rawat inap. "Bagian telinga dalam hanya dilalui satu pembuluh darah. Kalau terkena kebisingan pembuluh darah menjadi stres dan menguncup, sehingga telinga dalam tidak ada suplai makanan sehingga obat harus dimasukkan lewat infus. Ini hanya bisa dilakukan dengan rawat inap di RS," ungkap Dokter Eka.


Menurut Dr Imre Fejes, juru bicara tim peneliti konsrnetrasi dan kulaitas sperma pada pria yang terkena radiasi telepon genggam berkepanjangan lebih buruk ketimbang sperma pada pria yang jarang menenteng-nenteng telepon seluler. Penemuan baru saat ini menunjukkan bahwa gelombang radio yang dipancarkan HP bias nerusak struktur DNA manusia.


Penelitian ini dilakukan oleh 12 lembaga reset, 7 diantaranya ada di Eropa selama 4 tahun. 1996, Universitas of Washington, Seattle menemukan bahwa EMR dalam bentuk energi gelombang radio rendah terbukt bias merusak DNA. Kelompok risetb Jerman, Verum mencoba mempelajari efek radiai HP terhadap sel-sel tubuh manusia. Hasilnya sel-sel tubuh yang terkena paparan gelombang elektromagnetik seperti pada HP mengalami kerusakan yang signifikan. Bahkan mutasi sel-sel ini bisa menjadi penyebab timbulnya kanker. Pancaran radiasi yang digunakan dalam penelitian berada pada level 0,3-2 watt/kg, sementara pada HP memancarkan sinyal radio atau SAR (Spesifik Absortion Rate) yang berada pada level 2 watt/kg. Beberapa akibat buruk yang biasa terjadi pada tubuh manusia menurut sejumlah penelitian antara lain meningkatkan resiko terkena tumor telinga , kanker otak, berpengaruh buruk pada jaringan otak, mengakibatkan meningioma, neurioma akustik, acoustic melanoma dan kanker ludah.


Sebenarnya semua handphone yang beredar masih bias dkategorikan "aman" karena tingkat SAR-nya masih dibawah 1,6 watt/kg. Meskipun demikian ada beberapa orang yang merasa agak pusing atau telinganya panas setelah menggunakan handphone-handphone yang dikategorikan "aman" tersebut. Jadi yang betul-betul aman (bukan sekedar aman saja) adalah tingkat radasinya dibawah 1 watt/kg. Maka dari itu untuk memisahkan yang "aman" dan yang "betul-betul aman", dibuatlah tabel dibawah ini. Untuk lebih jelasnya lihat pengaruh posisi antenna terhadap resiko kanker otak.


Beberapa institusi juga menyatakan bahwa radiasi dari penggunan HP tidak berbahaya. Dan memang radiasi HP tersebut, yang tergolong gelombang RF, tidak cukup berbahaya. Tapi bukan berarti kemungkinan adanya efek samping tidak ada. Radiasi RF pada level tinggi dapat merusak jaringan tubuh. Radiasi RF punya kemampuan untuk memanaskan jaringan tubuh seperti oven microwave memanaskan makanan. Dan radiasi tersebut dapat merusak jaringan tubuh, karena tubuh kita tidak diperlengkapi untuk mengantisipasi sejumlah panas berlebih akibat radiasi RF. Penelitian lain menunjukkan radiasi non-ionisasi (termasuk gelombang RF) menimbulkan efek jangka panjang.


Sungguh tragis mendapati bahwa handphone (HP) yang setiap hari kita pakai ternyata memiliki radiasi yang cukup mematikan dalam jangka panjang kita tidak berhati-hati menggunakannya. Yang juga mengejutkan adalah radiasi HP ternyata juga bias dipakai untuk mematangkan sebutir telur seperti microwave.


Untuk membuktikannya, dibutuhkan:
  • 1 butir telur dan 2 HP. Telur diletakkan di tengah-tengah kedua HP.
  • 65 menit percakapan ke 2 HP tersebut.
  • Buktikan!!! Telur tersebut telah matang dan siap dimakan. Otak kita jg akan menjadi matang bila terus menerus ditempelkan pada HP. Otak dan telur sama-sama mengandung jumlah air dan protein.
  • Mulailah panggilan antara kedua HP selama kurang lebih 65 menit
  • 15 menit tidak terjadi apa-apa
  • Setelah 25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit, buktikan sendiri !
Pada HP terdapat istilah transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan keluar melalui antenna dan gelombang ini berfluktuasi melalui udara. Gelombang RF (radio frequency) inilah yang menimbulkan radiasi elektromagnetik.


Berikut beberapa penyakit dan kelainan yang berpotensi timbul karena radiasi HP :
  1. Kanker
  2. Tumor otak
  3. Alzheimer
  4. Parkinson
  5. Fatigue (terlalu capai)
  6. Sakit kepala
Penelitian yang berbeda menghasilkan hasil yang berbeda. Ada yang menyatakan radiasi HP lebih banyak menyebabkan kanker dan kelainan. Ada yang menyatakan bahwa radiasi HP tidak berhubungan dengan kanker. Terlepas dari mana yang benar atau salah tentu kita sebaiknya perlu untuk bersikap waspada dan mengantisipasi.


Tips Mengurangi Efek Radiasi Ponsel :
  1. Gunakan headset atau headphone nirkabel (wireless) dengan emitor bluetooth berdaya rendah.
    Cara ini menjauhkan pemancar sinyal dari otak di kepala, namun tidak bisa mencegah risiko impotensi selama masih dikantongi di celana. Perangkat bebas genggam nirkabel, misalnya bluetooth juga masih memancarkan radiasinya sendiri meski lebih sedikit.
  2. Usahakan menjauhkan ponsel setidaknya 1 inci/ 2,5 cm dari tubuh Anda.
    Jangan terlalu sering meletakan hp dekat ginjal, jantung dan kantung celana. bila ponsel melekat seharian di tubuh Anda, letakkan dengan layar menghadap ke dalam. Bila tak digunakan sebaiknya taruh di tas atau dompet.
  3. Jangan simpan ponsel di kantong baju atau celana
    Otak bukan satu-satunya organ tubuh manusia yang terpengaruh oleh radiasi ponsel. Untuk mengurangi risiko tersebut, ada baiknya ponsel disimpan di tas kecil yang bisa dijinjng ke mana-mana. Karena, baru-baru ini ilmuwan Hongaria menyimpulkan, pria yang terlalu sering menyimpan handphone-nya di pinggang atau saku celana akan mengalami masalah kesuburan. Juga bebarapa penelitian membuktikan, radiasi bisa mempengaruhi kualitas sperma pria dan meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.
  4. Bila memungkinkan, gunakan ponsel dalam kondisi sinyal terkuat.
    Semakin lemah sinyal, semakin banyak frekuensi radio yang digunakan agar bisa terhubung.
  5. Kirim SMS saja ketimbang menelepon bila memungkinkan. 
    Radiasi SMS lebih rendah ketimbang berbicara. Mengirim SMS juga menjauhkan radiasi dari kepala Anda. Radiasi yang dipancarkan saat berkirim pesan singkat lebih sedikit dibandingkan saat menerima atau melakukan panggilan suara. Selain itu, posisi ponsel saat berkirim pesan berada lebih jauh dari kepala dibandingkan saat telepon.
  6. Jangan simpan ponsel di bawah bantal
    Meski sedang tidak digunakan, ponsel dalam posisi stand by (tetap menyala) masih memancarkan radiasi agar selalu terhubung dengan jaringannya. Meletakkan ponsel di bawah bantal saat tidur akan mendekatkannya dengan kepala sehingga otak akan terpapar radiasi sepanjang malam.
  7. Jauhkan ponsel dari bayi dan jauh dari perut jika Anda tengah hamil. 
    Otak janin dan bayi paling rentan terhadap radiasi.
  8. Bacalah petunjuk pengguna untuk mengetahui rincian lebih lanjut dan tindakan pencegahan dari bahaya radiasi.
  9. Kurangi menelpon menggunakan HP dalam gedung.
  10. Kurangi atau jauhkan pemakaian untuk anak-anak.
  11. Gunakan hp yang radiasinya dibawah level kelayakan
  12. Gunakan casing (tutup) antiradiasi
Berbagai produk untuk mengurangi radiasi ponsel banyak ditawarkan di pasaran, mulai dari stiker antiradiasi hingga casing khusus untuk ponsel cerdas yang radiasinya cukup tinggi. Sebuah pengujian independen yang dilakukan majalah Wired menunjukkan, beberapa merek casing antiradiasi mampu mengurangi radiasi hingga 66,7 persen.


Walau demikian, tak perlu kita merasa cemas secara berlebihan. Radiasi yang ditimbulkan oleh ponsel, daya rusaknya tidak sebesar radiasi yang ditimbulkan oleh radioaktif. Tapi, perlu kita pertimbangkan juga bahwa sekecil apapun efek yang kita terima, kalau mengenai secara terus menerus, akan mengakibatkan gangguan yang dahsyat juga nantinya.

Minggu, 05 Januari 2014

Trik Agar Blog Anda Sering Dibuka atau Dibaca Pengunjung


Anda tahu apa itu blog?. Ya, blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang blogger (pemilik blog-red). Topik-topik apa yang ia sukai dan tidak ia sukai, apa yang ia pikirkan terhadap link-link yang ia pilih, apa tanggapannya pada suatu isu.


Nah, seluruhnya biasanya tergambar jelas dari blog-nya. Oleh sebab itu, blog bersifat sangat personal. Namun, bagaimana blog Anda dapat dikunjungi dan dibaca orang? 

Berikut berbagai cara menambah pengunjung blog Anda;


  • Berikan komentar di blog lain; hal ini telah terbukti bahwa memberi komentar pada blog orang lain dapat menambah pembaca blog Anda. Dengan meninggalkan komentar yang baik, campurkan dengan humor. Selain itu, saat Anda menemukan post yang mengundang kontroversi, tinggalkan komentar anda dengan kesan bahwa Anda sudah dewasa, kontroversi adalah cara yang paling efektif untuk menjadi terkenal dengan usaha yang minimal tapi jangan buat orang menjadi marah pada Anda.
  • Masukan artikel Anda pada website Social Networking; Website Social Networking adalah tempat terbaik dimana Anda dapat memasukan artikel Anda dan mendapat lonjakan pengunjung pada blog Anda. Jika orang suka, otomatis mereka akan membuat link tersebut. 
  • Berikan komentar Anda pada komunitas online; Bergabung dan ambil bagian pada forum dan komunitas online. Dan, jangan lupa untuk menggunakan signature dengan alamat blog Anda. Komentar Anda pada komunitas dan forum akan menjadikan Anda salah satu yang dihormati di komunitas.
  • Tandai artikel; Dengan menanyakan pengunjung Anda untuk menandai artikel Anda. Website seperti StumbleUpon, deLicio.us, Google Bookmarks dan deLirio.us dapat menyediakan dengan tambahan pengunjung.
  • Berinteraksi dengan pemberi komentar; Buatlah hubungan yang harmonis dengan pengomentar blog Anda. Dengan membuat mereka merasa seperti di rumah dan mereka juga akan membuat Anda merasa di rumah. Selain itu, biasakan membantu pengomentar Anda dengan sumber yang berguna, jika itu tidak memungkinkan, arahkanlah mereka ke tempat yang dapat menyelesaikan masalah.
  • Tulis dengan konsisten’ Artinya, tulislah pada tingkat minimal 3-5 artikel yang berguna dalam seminggu. Dengan cara ini, akan membuat pengunjung Anda mengerti bahwa Anda blogger yang berdedikasi, yang peduli untuk membantu. Apabila, Anda tidak konsisten untuk menulis, lalu mengapa pengunjung Anda harus juga konsisten.
  • Masukan blog Anda pada Blog Directories; Jadi, masukan blog Anda pada Technorati, Techmeme, Blogcatalog, dan blog directories lainnya. Blog directories juga merupakan sebuah tempat dimana Anda dapat memasukan blog Anda dan mendapatkan pengunjung.
  • Hubungkan dengan artikel lain; Interaksi ke dalam dan ke luar sangatlah membantu. Pertama, itu membantu Anda dalam menyediakan bukti mengenai pemikiran Anda dan juga membantu pembaca terhubung dengan artikel yang berguna.
  • Dengan RSS Feeds; Selalu sindikasikan RSS melalui feedburner, mengapa?. Sebab, mereka yang terbaik.
  • Bersabar, Anda diharapkan untuk lebih bersabar. Karena hal ini yang terpenting dalam menunggu pengunjung membuka blog Anda. Selamat mencoba…



Kisah si Tukang Gorengan


Alkisah ada seorang penjual gorengan yang selalu menyisakan buntut singkong goreng yang tak terjual. Dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah yang sering main di tempatnya mangkal. Tanpa terasa, sudah lebih dari 20 tahun dia menjalani usahnya itu. Namun tidak ada perubahan yang berarti; usahanya tetap begitu2 saja.

Suatu hari, datang seorang pria membawa mobil mewah, lalu berhenti di depan gerobak gorengannya. Pria itu bertanya, "Ada gorengan buntut singkong, Pak? "Si tukang gorengan lantas menjawab, "Nggak ada, Mas."

"Saya kangen sama buntut singkongnya, Pak. Dulu waktu kecil, ketika ayah saya baru meninggal, tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman saya mengejek saya karena tidak bisa beli jajanan. Tapi waktu itu, Bapak selalu memberi buntut singkong goreng kepada saya, setiap kali saya main di dekat gerobak bapak," ujar pria muda itu.

Tukang gorengan terperangah. "Yang saya berikan dulu kan cuma buntut singkong. Kenapa kamu masih ingat saya?" 

"Bapak tidak sekadar memberi buntut singkong, tapi juga sudah memberikan kebahagiaan dan harapan buat saya. Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Bapak. Tapi, saya ingin memberangkatkan Bapak ke Tanah Suci. Semoga Bapak bahagia," lanjut pria itu.

Si tukang singkong goreng hampir tidak percaya. Hanya sebuah kebaikan/sedekah kecil tapi mendatangkan berkah yang begitu besar!

Pesan dari kisah ini: selalu bersyukur & berbuat baik. Sekecil apa pun, asal ikhlas dan tulus, pasti akan membuahkan kebahagiaan dan keberkahan. 

Ada 2 pilihan untuk Anda:
1. Biarkan kisah ini berada dalam pikiran Anda tanpa bermanfaat untuk orang lain.
2. Anda sebarkan / bagikan status ini agar dibaca semua orang.

Pepatah mengatakan "Barangsiapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala...

sumber : https://www.facebook.com/HodiMinz?ref=stream&hc_location=stream

Sabtu, 09 November 2013

Explore the 3 Provinces


Lagi iseng-iseng di rumah nih, gak ada acara dan gak mau kemana-mana....hmmm... ngapain nih enaknya yah..? Facebook-an bosan, Twitter-an juga males, BBM-an duuh ogah. Hmmmm....coba nulis lagi dech..kan udah punya blog sendiri, manfaatin donk? Bisa melepas uneg-uneg via tulisan. Tapiii.... nulis apa yah..? Bolak-balik buka Folder Picture di Laptop.. ketemu photo-photo libur lebaran 2012 yang lalu. Hmm... angkat ini aja deh.. "Explore the 3 Provinces" (Sumut-Sumbar-Riau) yang meliputi : Lubuk Pakam - Panyabungan - Rantonatas - Bukittinggi - Pekanbaru - Rantau Prapat - Lubuk Pakam. Karena momennya sudah lebih dari setahun, gue nulis apa yang diingat aja dech, ditambah keterangan tempat via searching-nya 'mbah Google'.. he..he.. boleh donk..?

  • Lubuk Pakam to Panyabungan
* H (-1) Lebaran
Sebenarnya sih perjalanan ini adalah perjalanan mudik biasa, cuman karena ayah/bunda sudah berpulang ke rahmatullah, jadi di kediaman ayah/bunda alm (Panyabungan) tidak berlama-lama, cukup 1 hari2 malam. Sisa liburan bisa dimanfaatin untuk jalan-jalan bersama orang-orang tersayang. Cuman biar keren kita gak menyebutnya mudik, terlalu biasa... he..he..! Kita menyebutnya "Explore the 3 Provinces" he..he..lebih keren kan?

Touring Start from my house in Lubuk Pakam, berangkat sehabis berbuka puasa dan sholat Isya sekitar pukul 20.00 WIB. Waktu keberangkatan ini persisi 1 hari sebelum hari H gitu dech. Dengan mengendarai mobil INNOVA warna silver perjalanan pun di mulai. Bukan mobil sendiri sih, belum punya soalnya tapi Rent Car pesanan dari teman di Medan plus driver, jadi di mobil bisa tiduran... Mantaaaap...

Kira-kira pagi Shubuh sampai di Padangsidempuan, istirahat dan mandi sebentar di rumah abanganda. Tapi sayang kagak sempat ambil dokumentasi di sini, kecapean 'kali. Perjalanan ke Panyabungan dilanjutkan sehabis Zhuhur. Sebelum sampai di Panyabungan sebentar singgah di Sinonoan-Siabu, rumah kakak. Perjalanan dilanjut sekitar pukul 17.00-an.   

My Sister's Home - Sinonoan Siabu

Sampai di rumah ayah/bunda alm menjelang Maghrib dan siap-siap untuk berbuka Puasa yang terakhir, karena besok dipastikan sudah Lebaran 1 Syawal 1432 H. 

* H (+1) Lebaran
Ha..ha.. akhirnya tiba juga yang ditunggu-tunggu. 1 Syawal 1432 H mohon maaf lahir dan bathin semua. Pagi shubuh semua uda pada bangun, mandi dan siap-siap mau Sholat Ied. Nah, sebelum Sholat Ied salam-salaman dulu antara abang dan adik, suami dan istri, ayah-ibu dan anak semua pada ikhlasin kesalahan untuk dimaafin. Kami pun  berangkat untuk Sholat Ied di Masjid Nur Alannur di seputaran Komplek Kantor Bupati Madina.

Setelah Sholat Ied langsung Ziarah kubur ke makam ayah/bunda tercinta, haru, sedih campur aduk. Ampuni mereka Ya Allah, terima mereka di haribaan-Mu Ya Rabb.. Amin.

Kembali ke rumah menikmati sajian khas lebaran, biasa lontong instan pesanan dari kak Ijah. Abis di rumah gak ada yang buatin. Lanjut dengan acara berlebaran dengan jiran-tetangga terutama yang masih ada hubungan kekerabatan. Berlanjut sampai dengan Zhuhur. Belum selesai sih karena masih ada beberapa rumah yang harus dikunjungi. Cuma karena kami masih mau ke Rantonatas lagi kami pamit tidak ikut lagi. Rencana selanjutnya ke Rantonatas rumah paman sehabis Zhuhur.


Suasana Halal Bi Halal di Rumah Ayah/Bunda alm



Suasana Halal Bi Halal di Rumah Ayah/Bunda alm

  • Panyabungan to Rantonatas PP
Tepat sehabis Sholat Zhuhur kami berangkat ke Rantonatas, dengan mengendarai 2 mobil dengan 4 keluarga, yahh dimuat-muatinlah..namanya juga lebaran. Rumah yang dituju adalah rumah paman yang kami menyebutnya Uda' artinya adik dari ayah kandung. Satu-satunya nih yang masih hidup dari keluarga ayah, sedang dari kaluarga bunda sama sekali sudah berpulang semua. Jadi Uda' ini sudah kami anggap seperti ayah sendiri.






Kami pun sampai di Rantonatas kira-kira pukul 14.00-an lewat dikit. Beramah tamah sambil minum dan makan kue lebaran. Cerita kesana-kemari, ziarah ke makam Opung yang berada di seberang sungai nan jernih. Sehabis ziarah mandi di sungai.. bukan main...segaaaarr...! Lalu kembali ke rumah Uda' dan sudah disediakan makanan berat. Wahh... ueenak tenan iki.. makanan kampung, semua masih serba asli, mulai dari ayam, sayuran, cabe, kelapa semua milik sendiri. 


Suasana Halal Bi Halal di Rumah Uda' di Rantonatas
Waktu pun sudah menjelang sore. Sesudah selesai makan tiba waktu Maghrib. Sehabis Maghrib pun kami tidak berpanjang kalam, pamitan disertai peluk tangisan haru dari keluarga Uda' tercinta. Kami kembali ke Panyabungan dan bermalam di rumah ayah/bunda alm. Malam ini juga berkemas sebelum beristirahat, karena menurut schedule touring, besok pagi-pagi sekali, sehabis Shubuh bahkan sebelum sarapan kami harus melanjutkan tour ini ke Bukittinggi.

  • Panyabungan to Bukittinggi
* H (+2) Lebaran
Benar pagi-pagi sekali sehabis Shubuh Tour dilanjutkan ke Bukittinggi. Sarapan ntar biar di jalan saja lihat warung yang sudah buka. Karena kalau berangkatnya agak siangan pasti macet kan masih lebaran hari ke-2. Oiya dalam rombongan nambah 2 orang yaitu adek paling bontot dan satu lagi keponakan, keduanya cewek. Ya sengaja biar banyak teman di jalan, gak sepi dan ada teman ngobrol juga.

Kira-kira pukul 07.00 WIB sampai di Kotanopan, nah saatnya nyari sarapan. Tuuhh... kelihatannya rame yang parkir mobil. Yok, sarapan disitu aja yok...? Benar aja sarapan tersedia, ngantrinya luaaama... karena banyak juga rupanya keluarga yang pada bawa mobil ini belum sarapan. Nasi goreng pun di pesan 6 porsi (untuk 5 anggota keluarga + 1 driver).

Setelah perut terisi touring lanjuut.... Antara Panyabungan ke Bukittinggi ini ditempuh serkitar 5~6 jam. Selama dalam perjalanan ada beberapa kali berhenti/mengaso dan istirahat sambil melihat-lihat pemandangan luar biasa ciptaan Allah ini.





Mengaso dalam perjalanan menuju Bukit Tinggi
Kira-kira pukul 12.00-an sampailah di Bukittinggi.  Lagi-lagi nyari warung nasi untuk "islam" hehe.. isi lambung sambil nanya informasi ke arah tujuan. Tujuan yang dicari adalah rumah saudara dari si Ummi, daerahnya Padang Luar. Hanya beberapa km dari Kota Bukittinggi.

Kota Bukittinggi
Setelah makan siang akhirnya pencarian tempat saudara pun dilanjutkan, ketemu dan sampai di rumah sekitar pukul 13.00-an. Beramah tamah sebentar barang setengah jam, Sholat langsung di Jama' Qashar baru jalan menyusuri kota Bukittinggi. Tempat yang dituju dalam waktu terbatas ini hanya ada beberapa yaitu :
  • Pasar Atas
Pasar Atas orang sini menyebutnya "Pasar Ateh" yang terkenal ini terdapat di pusat kota, berhadapan langsung dengan monumen Bukittinggi yaitu Jam Gadang. Selain itu, lokasi Pasar Atas sangat strategis sebagai kawasan wisata, karena dikelilingi oleh berbagai bangunan dan fasilitas rekreasi.
  
Suasana di Pasar Atas
Di sini banyak dijual segala jenis kebutuhan, misalnya mukena dengan bordiran khasnya yang terkenal, dan segala pernak-pernik khas Bukittinggi. Ha..ha.. si Ummi kesempatan tuh beli mukena bordiran, yang lain ada yang beli kaos bercorak bordir Bukittinggi, ada yang beli selop dan sebagainya. Borong terus...

  • Jam Gadang
Jam Gadang merupakan salah satu tujuan wisata yang datang ke Bukittinggi,  jam Gadang yang memiliki keunikan pada angka 4. Tulisan angka 4-nya dalam angka Romawi, tetapi tidak ditulis dengan tulisan "IV" melainkan "IIII", entah kenapa alasannya gitu. Ini yang membuat pengunjung sangat penasaran untuk mendatangi dan melihat jam gadang secara langsung.

Jam Gadang
Di Bukittinggi disebut "Bendi" di Jogja disebut Andong

Suasana keramaian di seputaran Jam Gadang
Oiya.. Jam Gadang itu artinya jam yang sangat besar, merupakan peninggalan zaman Belanda dulu. Penyusuran seputaran Pasar Atas dan Jam Gadang berakhir menjelang Maghrib. Wah... benar-benar pegal nih kaki, sebelum kembali ke rumah saudara bagaimana kalau kita nyari makan malam dulu sembari menikmati suasana malam Kota Bukittinggi. Disini banyak sekali rumah makan yang bertuliskan "Nasi Ampera", ane juga gak tau tau tuh.. maknanya, tapi enak dan terjangkau. Pedas udah pasti. Ha..ha.. jangan berharap anda menemukan rumah makan bertuliskan "Masakan Padang" seperti yang banyak di Medan dan beberapa daerah lain. Wong disini makan Padang semua kok..he..he..

Selesai makan malam saatnya kembali ke rumah saudara di Padang Luar sekitar pukul 19.30 WIB. Wuihh capek, mau mandi dingin airnya bukan main seperti air di kulkas. Sholat langsung di Jama' Qashar, kemuadian beramah tamah sebentar dengan keluarga saudara, sambil membereskan barang-barang yang sudah dibeli tadi. Besok pagi tour berlanjut ke Pekanbaru, itu menurut schedule yang sudah disepakati.

  • Bukittinggi to Pekanbaru (via Payakumbuh)
* H (+3) Lebaran
Setelah sarapan lalu pamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru via Payakumbuh. Kota Payakumbuh ini berjarak sekitar 30 km dari Bukittinggi. Di sepanjang jalan menuju Payakumbuh banyak sekali terdapat kios jajanan sebagai oleh-oleh khas Sumatera Barat.


Salah satu oleh-oleh khas Sumbar
Perjalanan menuju ke Pekanbaru ini melewati beberapa ruas jalan berkelok yang disebut dengan "Kelok Sembilan", terletak sekitar 30 km sebelah timur dari kota Payakumbuh menuju Propinsi Riau. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong Aie Putiah. Jalan ini memiliki tikungan yang tajam dan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan diantara dua cagar alam yaitu Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau.

Berikut adalah photo-photo yang sempat diabadikan selama perjalanan Bukittinggi-Pekanbaru melewati Kelok Sembilan yang saat itu masih dalam tahap pengerjaan.








Kelok sembilan yang memukau



Pemandangan jalan nan cantik dari Provinsi Sumatera Barat menuju Provinsi Riau yang sempat di abadikan, photo diambil dari mobil yang sedang berjalan.



Setelah perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan akhirnya sampai juga di Pekanbaru sekitar pukul 13.30 WIB. Langkah pertama adalah mencari hotel dan chek-in. Setelah mendapat informasi dari abang ipar bahwa hotel ...lupa namanya .... adalah sangat terjangkau. Oiya abang ipar ini rumahnya memang di Pekanbaru tapi sedang berlebaran ke Medan. Jadi kami ambil hotel sebagai tempat penginapan. Booking 2 kamar langsung, setelah chek in terus menyusuri kota Pekanbaru. Tujuan pertama adalah Pasar Bawah, setelah itu baru keliling menyusuri kota. Informasi dari hotel menuju Pasar Bawah diperoleh dari pegawai hotel. Come on....!

Ha..ha.. jangan bilang pernah ke Pekanbaru jika belum singgah di Pasar Bawah. Ini barangkali ungkapan yang paling pas untuk menggambarkan betapa Pasar Bawah ini menjadi salah satu ikon penting kota ini. Nama Pasar Bawah diberikan oleh masyarakat karena pasar ini terletak di bagian bawah (dekat pinggiran Sungai Siak). Selain sebagai Pasar Wisata juga merupakan pasar "Chinatown"nya Pekanbaru. Yang dijual disini sangatlah beragam, mulai dari guci, berbagai jam dinding hias, ambal, pakaian, acsesoris dan lain-lain. Barang-barang impor dari Malaysia, Taiwan, China banyak ditemuin di pasar ini.



Beragam pernak-pernik yang ditawarkan di Pasar Bawah 
Capek belanja saatnya cari makanan sembari melepaskan penat. Waktu telah menunjukkan pukul 17.30 WIB. Ini sekalian makan malam juga nih, bukan berarti malam jika lapar tidak boleh makan lagi. Sebelum kembali ke hotel beli segala sesuatu yang diperlukan. Soalnya capek bolak-balik ke luar, mending istrirahat. Kembali ke hotel sekitar pukul 18.00-an, saatnya mandi dan ganti baju tidur. Sholat tetap di Jama' Qashar. Sambil beres-beresin barang untuk persiapan besok lanjut touring dengan tujuan Rantoprapat.






Nah, setelah semuanya beres kini saatnya istirahat biar besok kembali fit untuk melanjutkan perjalanan ke Rantoprapat.

  • Pekanbaru to Rantoprapat
* H (+4) Lebaran
Seperti rutinitas dalam tour ini, semua aktifitas keberangkatan dilakukan pada pagi-pagi. Sebelum chek-out dari hotel bagusnya cari sarapan dulu. Jalan ke depan hotel terus muter ke kiri, ada yang jual sarapan. Nah, kebetulan nih pemiliknya orang Medan, udah pasti donk ada jual sarapan lontong. Ok dech bungkus 6 porsi. Wauu.. dasar gak boleh lihat orang pendatang, langsung dech tuh harga dinaikin. Drastis bok... percuma udah cerita kesana-kemari bilang sama-sama dari Medan. Dasar...! Tapi udah dech memang kita harus siap untuk hal-hal yang seperti itu di lapangan. Ada biaya tak terduga namanya.. kayak proyek aja.. he..he..

Ok semua sudah pada sarapan saatnya chek-out, perhatikan benar-benar dulu barang bawaan masing-masing, jangan sampai ada yang ketinggalan di hotel. Go..go..! Lanjut perjalanan ke Rantoprapat. Tujuan tiada lain pasti ke rumah Wak Nanik, uwaknya Tiara kakak si Ummi. Bismillah...berangkat sekitar pukul 07.30 WIB. Berikut photo-photo yang sempat di dokumentasikan dalam perjalanan menuju Rantoprapat.
























Perjalanan panjang dari Pekanbaru menuju Rantoprapat berakhir dan alhamdulillah sampai di rumah uwak sekitar pukul 21.00 WIB.  Cuapek banget...! Istirahat dan basa-basi sebentar terus bobok. Besok pagi adalah tour terakhir back to my house in Lubuk Pakam.   
  • Rantoprapat to Lubuk Pakam
* H (+5) Lebaran
Hari ke 5 lebaran ini sudah masuk kerja sebenarnya, tapi gimana masih di jalan begini, paksa dech telepon si bos permisi belum bisa masuk. Keberangkatan seperti biasa selalu pagi, sehabis sarapan dan pamitan dengan keluarga kakak ipar, perjalanan pun di mulai sekitar pukul 8.00 WIB yang merupakan tour terakhir.

Selama dalam perjalanan tour terakhir nih, adaaa...aja kejadian aneh dan lucu yang kadang-kadang bikin ketawa sendiri, seperti ini nih...  coba dech perhatiin siapa tuh yang diboncengin di belakang motor. Haha.. ternyata ada "topeng monyet".


Topeng monyet dibonceng

Tanpa terasa sudah sampai Tebing Tinggi dan jarum jam pun telah menunjukkan pukul 11.35 WIB. Ya sudah nyari makan siang di sini aja, mumpung belum sampai di rumah. Di rumah kan gak ada yang masak. Nah tuh ketemu warung nasi. Kami makan dulu ya..?

Selesai makan akhirnya perjalanan dilanjutkan untuk mengakhiri tour kali ini, kurang lebih 40 km lagi sampai ke rumah. Dan akhirnya tepat pukul 13.30 WIB sampai di rumah dengan selamat, alhamdulillah. Benar-benar perjalanan yang mengesankan, mengarungi luasnya bumi Allah ini. Rasanya diri ini semakin kecil tidak ada apa-apanya dimata Sang Pencipta. Semoga ada hikmah dan pembelajaran dibalik ini semua. Amin.



= The End =